Kamis, Februari 10, 2011

Apakah GBU (God Bless You) itu ?

 Seri Tasyabuh (Meniru-niru) :: Anda sering menulis GBU (God Bless You)..tapi tahukah anda apa artinya?


Sebagai umat Islam kita diwajibkan untuk belajar apapun yang berguna bagi kita, baik di dunia dan di akhirat. Dari kita dilahirkan hingga tiba ajal kita.

ok, mari kita mulai....
hampir setiap hari kita jumpai, bahkan kadang kita juga melakukannya. Tindakan "sepele" namun sering kita abaikan.
Apa itu?
Di akhir perbincang sms, chatting, posting, komen, telp, imel sering kita menulis kata God Bless You (GBU). Sebenarnya apa sih arti kata itu???


(1) PENGERTIAN “GOD BLESS YOU” (TUHAN MEMBERKATIMU)


Ketika orang nasrani memberkati orang nasrani lain, dia meminta kepada Tuhan mereka agar memberi nilai tambah, kemakmuran, perlindungan atau perkembangan rohani kepada mereka. Ada tiga assumsi: (1) Tuhan akan memberkati manusia. (2) Ia menggunakan manusia untuk memberkati orang lain. (3) orang nasrani dapat memberi nilai tambah pada kehidupan orang lain ketika Saudara memberkati mereka.

Apa arti sebenarnya dari “GOD BLESS YOU” (TUHAN MEMBERKATIMU)? Seusai kebaktian, orang nasrani pada umumnya saling mengucapkan “Tuhan memberkatimu”. Apa artinya? Setiap menutup percakapan telpon, atau SMS biasanya mereka mengatakan “Tuhan memberkatimu”, apa artinya?
Sebelum makan, pada umumnya orang nasrani akan berdoa: ”Tuhan, berkati hidangan yang tersedia, dan berkati juga tangan-tangan yang sudah menyediakannya..........” Apa artinya kita memberkati makanan?

A. LATAR BELAKANG ALKITABIAH TENTANG BERKAT
Kata “berkat” dalam Perjanjian Lama berasal dari bahasa Ibrani yang artinya “berlutut”, seperti yang dilakukan oleh rakyat yang berlutut di hadapan seorang raja ketika mengajukan suatu permintaan. Mereka mungkin meminta uang, kenaikan pangkat, penghargaan atau beberapa berkat lainnya – beberapa “nilai tambah” bagi kehidupannya. Dengan jalan berlutut di hadapan raja, sebetulnya mereka juga “memberkati” raja karena sudah menghormati raja. Sebagai balasannya, mereka berharap raja akan memberkati mereka.

Sesuai dengan pengertian tersebut, manusia juga terdorong untuk “memberkati Tuhan” dan “memberkati nama Tuhan yang kudus”. “Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Bless the Lord, O my soul; And all that is within me, bless His holy name! (Mzm 103:1). bukan berarti mereka memberi “nilai tambah’ kepada Tuhan”, tetapi orang nasrani berlutut dihadapannya dalam penyembahan.

Jadi istilah “berkat” dalam Alkitab meliputi pengertian yang jauh lebih luas dari sekedar “nilai tambah”. Tuhan berjanji untuk memberkati umat-Nya dalam Perjanjian Lama dengan berbagai cara dan keadaan apabila mereka mau mengikut Dia:
”(3)Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang. (4)Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu. (5)Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu. (12)Tuhan akan membuka bagimu perbendaharaan-Nya yang melimpah, yakni langit, untuk memberi hujan bagi tanahmu pada masanya dan memberkati segala pekerjaanmu ....................” (Ulangan 28:3-5, 12).

Semua jenis berkat dalam konsep tersebut adalah begitu luas, sehingga pengertiannya hampir sama dengan istilah ”shalom” dalam bahasa Ibrani, yang sering kali diterjemahkan sebagai ”damai sejahtera”. Istilah ”damai sejahtera” memiliki pengertian yang jauh lebih luas daripada sekedar lawan kata perang. Ketika Tuhan memberkati umat-Nya – atau memberi mereka damai sejahtera – Tuhan mmemberikan suatu keadaan yang nyaman, aman, dan dalam perlindungan penuh dari Tuhan. Karena itu biasanya istilah ”berkat” dan ”damai sejahtera” digunakan bersama-sama, seperti dalam Mazmur 29:11 ”TUHAN kiranya memberkati umat-Nya dengan sejahtera!”

Dalam Perjanjian Baru, istilah ”berkat” berasal dari bahasa Yunani eulogeo. Istilah ini terdiri dari awalan eu, yang artinya ”baik” dan logeo, ”berkata” jadi pada saat orang nasrani memberkati seseorang, Saudara ”mengatakan hal-hal yang baik” kedalam hidupnya.
---------------------------

Sesungguhnya setiap muslim telah dibimbing untuk senantiasa memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar ditunjukkan kepada jalan yang lurus, yaitu jalan yang telah ditempuh oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Bila kita ingin mendoakan saudara Muslim kita, maka ucapkan "Assalamu'alaikum Wa rahmatullahi wa barokatuh". Bukan yang lain.

Semestinya seorang muslim selalu berpegang kuat dengan agamanya dalam seluruh aspek kehidupannya baik akidah, tata cara beribadah, aturan-aturan pergaulan, akhlak, maupun kebiasaannya. Namun masih banyak dari kaum muslimin yang kurang memperhatikan masalah ini. Maka tentunya hal ini menunjukkan lemahnya iman. Mereka tidak tahu bahwa dirinya telah tertipu dengan meninggalkan ajaran yang mulia dan mengambil ajaran agama lain.

Dasar ide:
“Dan tidak akan rela orang-orang Yahudi dan Nasrani kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka.” (QS al-Baqarah: 120)

1 comments:

Muadz Royyan mengatakan...

kalo nulis quran pake arab ya(jangan panggil saya pak umurku baru 12)

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger | Printable Coupons